Sebagai
manusia normal pada umumnya, khususnya perempuan nggak jarang merasa jatuh
cinta pada pertemuan pertama.Tapi seringkali pertemuan itu hanya singkat dan
belum sempat membicarakan suatu hal apapun.Jarang yang bisa berlanjut dalam
pembicaraan yang jelas.Seperti saat aku mulai menemui tempat baru dengan orang
yang belum pernah aku kenal.Disitulah aku bisa merasakan ketenangan,
kenyamanan, dan kekeluargaan yang berbeda dengan sebelumnya.
Sampai
kamu mengirim pesan.Pesan singkat yang jelas,padat dan akurat.aku menurut saja
sesuai isi pesan, dan hampir semuanya aku lakukan.Supaya komunikasi tetap
terjaga.Dari beberapa kali pertemuan, kita saling kenal, kita saling bertukar
pendapat.Nyaman, ya! itu yang aku rasakan.Mungkin karena aku bertujuan sama
sepertimu.Bisa hidup dikalangan masyarakat yang luas dan bisa memahami satu
sama lain.Belajar memahami kepribadian orang lain sampai menebak apa yang akan
terjadi esok.
Seperti
air terjun yang mengalir deras, begitu pula dengan pesan singkatmu.Mengalir
seolah tak berfikir apa yang bisa terjadi nantinya.Terasa sakit jika harus
terjun tiba-tiba atau bahagia dalam kejernihan air alam.Semua bisa terjadi,
lebih dariitu.Kamu seolah memaksaku untuk ikut kedalam duniamu.Aku tetap
mengikuti itu, walaupun aku harus bahagia dalam ruangan sempit, yang terisi
ratusan hari dan kenangan bersamanya.Menyesakkan memang, tapi aku hanya bisa
diam dalam hening.
Kau
tak bisa berbuat lebih padaku , begitu pula aku.Aku seperti minyak dalam air,
tak mungkin kita bersatu tanpa berfikir umur dan perasaan.Tanah tak pernah
merasa keberatan kalau harus menerima banyak air, aku akan legowo
jika harus ikut kedalam duniamu atau terus berbicara hal yang sama denganmu.
Aku
harap kamu nggak seperti halnya lelaki yang aku kenal diprovinsi tetangga.
0 komentar:
Posting Komentar