22:33
Aku
mencintaimu dan kau mencintaiku.Sederhana bukan? Tapi akankah perjalanan saling
mencintai itu sederhana?. Entahlah, aku belum pernah merasakan hal seserius
itu.
Aku hanya ingin menulis apa yang kita saling
tulis dalam mencintai.Kita menganggap bahwa kita satu frekuensi.Ya.. aku fikir
boleh saja, itu hak setiap insan yang saling mencintai.Kau berkata dari setiap
ketik jarimu bahwa aku eksotis seperti sinar mentary yang menghujam kamarmu
melalui celah-celah kamar.Sehingga kaupun terbangun.Dan itulah yang membuatmu
bersyukur.
Sayangnya
sinar mentary belum tentu bisa melakukan hal itu.Hanya atas kuasa pencipta kita
akan bertemu dan saling membangunkan.Mentary mungkin hanya melewati pori-pori
dinding,Entah seberapa cepat dia bisa membuatmu terjaga sebelum akhirnya kau
terlambat.
Kau merasa
jika sudah mematrinya dalam hatimu.Lalu, apakah kau mampu menahannya?. Aku
mencoba mematahkan argumenmu bahwa patri hanyalah patrian yang bisa dirubah
seenaknya. Tergantung jalan yang kau tempuh sayang.
Tapi kau
menjawabnya seolah benar benar meyakinkanku dan mempertegas ucapan dari semua
anganmu; angan kita.
"Aku
mencintaimu dan menyayangimu apa adanya dan dalam kesederhanaan yang kita
ciptakan", tanganmu mulai
berbicara.Kau membuatku terdiam.
"Dalam
doaku, aku selalu menyebutmu; salah satu orang terkasihmu.Semoga selalu dalam
perlindungan -Nya disetiap pejaman mata.Dan sukma kita saling bertatap
muka.Bahagia dimasa yang akan datang", jari jemarimu semakin mempertegas.
Semua ini ungkapan
sekaligus doa kita.Sosok pria yang belum sepenuhnya pria;kau.Dan sosok setengah
wanita dari satu bagian wanita; aku.
23:08