Kau
tak lagi orang baru dihidupku
Tetapi
kau yang sering membuat ku ragu
Ketika
tajamnya besi dapat menahan semua pikiranku
Membuat
semua seolah menjauh dan akan kembali menjadi abu
Datang untuk memberi tetapi pergi untuk menerima
Kau
tak mengerti yang sebenarnya,
Dan setajam
apa mata panahmu itu
Kau
akan mengasahnya,
Dikala
mata panah mulai tumpul
Kau rela lakukan semua
Kau rela lakukan semua
Demi
sehela nafas yang tak lagi bernafas
Secara
tak kasat mata, kau bahagia
karena
mata panahmu berhasil,
berhasil
menyita keindahan dunia dari yang tak berdosa
Tetapi
tahukah kau apa yang akan selalu hadir selanjutnya?
Yang
selalu hadir hanya tangis dalam mata;panah
Kau
tak mengerti, siapa yang selalu bersentuhan dengan nyawa?
Kau
tak mengerti, apa yang dirasakan bila tak bisa lagi untuk meminta maaf?
Bahkan,
Apakah
kau tak mengerti bila rasanya hidup seperti anak panah?
Selalu
diasah penuh kasih sayang, untuk menyita kasih sayang
Semua
fatamorgana yang sulit untuk menjadi tak semu
Anggap
saja semua benda didunia ini hidup
Dan
hanya imajinasi dan hati yang dapat berbicara