Kamis, 23 Mei 2013

Diposting oleh kheptin di 06.54 0 komentar
Bumi berputar tepat ketimur matahari
Pagi datang tepat di hari ini
Kali ini..
Bukanlah pagi yang bahagia 
Bukan juga pagi yang banya senyuman
Melainkan pagi yang penuh cengkraman

Cengkraman kuat dariseorang pemain boneka gantung
Yang memainkan bonekanya seolah tanpa arah dan tujuan
Jenuh memang
Tetapi boneka tetaplah boneka
Tak ada hal yang bisa dilakukan 
Katapun seakan mustahil untuk terucap

Aku ingin kau tau
Bagaimana nasib seorang boneka yang dididik seolah tanpa arah dan tujuan 
Bagaimana ia bisa tertawa jika menangis selalu dihadirkannya?
Bagaimana tidak menangis jika tertawa tak pernah kau hadirkan?

Sabtu, 18 Mei 2013

Dibalik Hujan

Diposting oleh kheptin di 01.37 0 komentar
Hujan,
Mataharilah yang melakukan
Hingga awan tak mampu lagi membendung perasaan
Tetesan demi tetesan turun dari ketinggian
Membuat secercah bayangan

Aku lihat dari balik jendela kamar
Perlahan air menempatkan dirinya
Tanah menjadi tempat utamanya
Disetiap cekungan airpun menggenang
Mengenang penuh khayalan dan impian
dibalik kekeruhan 

Layaknya dia yang menjadi tempat utamaku
Awalnya..
Katapun terlontar untuk mengawali sebuah peristiwa
Hingga aku merasakan kejernihan dalam hati 
Dan...
Berbulan-bulan aku bahagia bak matahari yang bersinar cerah,
Secerah mata ini menatap matanya
Berminggu-minggu aku seperti awan putih yang gelap,
Tetapi masih lebih gelap saat kau perlahan menghianatiku
Dan berhari-hari aku layaknya hujan hari ini,
Menggenangkan air yang penuh dengan khayalan dan impian

Sampai akhirnya perasaan itu mencapai pada suatu titik
Titik keberanian yang mengajariku untuk berani memilih,
memilih antara ditinggalkan atau meninggalkan
Dan aku memilih untuk meninggalkan cinta
dibalik kejernihan :)

Dan dibalik hujan hari ini, ada bayangan 
yang mengajakku untuk menulismu
Terimakasih





Cita-Cinta

Diposting oleh kheptin di 00.20 0 komentar
        Entah dari mana harus aku tulis, yg terpenting ini karenanya.Karena cinta yang harus berani, berani meninggalkan atau ditinggalkan.Cinta kali ini rumit, serumit menaiki jalan menuju puncak gunung.Saat akan menuju puncak, harus melawati tanjakan yang sangant berat.Dan melewati tikungan, yang kita nggak bisa tau ada apa dibalik tikungan itu, bisa jadi disitulah kita berhenti untuk mengejar cita.
         Sekarang harus bisa memilih.Kali ini matahari harus benar-benar mengalah, mengalah dari siapapun termasuk para bintang yang mengelilingi bumi.Malam.Bintangpun harus waspada, bila tiba-tiba rembulan menggusurnya secara perlahan sehingga hanya ada langit dan bulan saja diangkasa.Dimana keadilan alam? apa ada seleksi alam disini?.Semua omong kosong.Bagaimana aku bisa membahagiakan diri sendiri kalau aku bisa membahagiakannya?.Tenanglah, seluruh planet pasti akan tetap pada orbitnya ,jawab bumi.Semua butuh waktu yang lama untuk mencapai kembali ke titik awal.Lama tetapi hasilnya menyenangkan lebih baik drpd cepat tapi dengan yang tidak baik nantinya.Kemana Cita akan berlabuh kalau tidak ada cinta sebagai transportasi??

Sabtu, 11 Mei 2013

Kaulah Segalanya

Diposting oleh kheptin di 01.28 0 komentar
Mungkin hanya Tuhan yang tahu segalanya
Apa yang ku inginkan di saat-saat ini
Kau takkan percaya kau selalu di hati
Haruskah ku menangis tuk mengatakan yang sesungguhnya
Kaulah segalanya untukku
Kaulah curahan hati ini
Tak mungkin ku melupakanmu
Tiada lagi yang ku harap, hanya kau seorang
Kau takkan percaya kau selalu di hati
Haruskah ku menangis tuk mengatakan yang sesungguhnya
Kaulah segalanya untukku
Kaulah curahan hati ini
Tak mungkin ku melupakanmu
Tiada lagi yang ku harap, hanya kau seorang
Kaulah segalanya untukku
Kaulah curahan hati ini
Tak mungkin ku melupakanmu
Tiada lagi yang ku harap, tiada lagi yang ku harap
Tiada lagi yang ku harap, hanya kau seorang

 

m e n t a r y ✿ Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos