Kamis, 29 Oktober 2015

STASIUN KE DUA

Diposting oleh kheptin di 00.53 0 komentar


Dipertemukan oleh pelukan
Dipisahkan oleh pelukan
Tulus air mata mengalir
Disaksikan tembok tua,
   yang tampak muda dengan balutan cat baru
Nyanyian klasik penuh syukur dari seniman keroncong
Semakin membawa haru dengan angina senja lalu
Menjadikan alas an bagi sepasang mata untuk saling berbicara,
    kembali
Pesisir kota dijadikan saksi untuk para kekasih
Sekadar “say hello” yang semestinya tak berujung

S. Tawang , 2015 (NFRN)

 

m e n t a r y ✿ Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos