Dipertemukan
oleh pelukan
Dipisahkan
oleh pelukan
Tulus
air mata mengalir
Disaksikan
tembok tua,
yang
tampak muda dengan balutan cat baru
Nyanyian
klasik penuh syukur dari seniman keroncong
Semakin
membawa haru dengan angina senja lalu
Menjadikan
alas an bagi sepasang mata untuk saling berbicara,
kembali
Pesisir
kota dijadikan saksi untuk para kekasih
Sekadar
“say hello” yang semestinya tak berujung
S. Tawang , 2015 (NFRN)