Jumat, 21 Juni 2013

Lumpuhkanlah Ingatanku

Diposting oleh kheptin di 01.30 0 komentar
Jangan sembunyi
Ku mohon padamu jangan sembunyi
Sembunyi dari apa yang terjadi
Tak seharusnya hatimu kau kunci

Bertanya, cobalah bertanya pada semua
Di sini ku coba untuk bertahan
Ungkapkan semua yang ku rasakan

Kau acuhkan aku, kau diamkan aku
Kau tinggalkan aku

Lumpuhkanlah ingatanku, hapuskan tentang dia
Ku ingin ku lupakannya

Jangan sembunyi
Ku mohon padamu jangan sembunyi
Sembunyi dari apa yang terjadi
Tak seharusnya hatimu kau kunci

Lumpuhkanlah ingatanku, hapuskan tentang dia
Hapuskan memoriku tentang dia
Hilangkanlah ingatanku jika itu tentang dia
Ku ingin ku lupakannya

Lumpuhkanlah ingatanku, hapuskan tentang dia
Hapuskan memoriku tentang dia
Hilangkanlah ingatanku jika itu tentang dia
Ku ingin ku lupakannya

Lumpuhkanlah ingatanku, hapuskan tentang dia
Ku ingin ku lupakannya

Kau acuhkan aku, kau diamkan aku
Kau tinggalkan aku

Selasa, 18 Juni 2013

Hukum Alam

Diposting oleh kheptin di 23.27 0 komentar

Siapa yang berkuasa
Itu yang berhak atas semua;
dari membuat permainan;
peraturan permainan; sampai strategi kecurangan atas semuanya
itu semua hukum alam?

Yang Mega yang bernama
Yang buta tak ternama
Sebenarnya,
Kau tak ada apa-apanya dibandingkan aku
apalagi oleh-Nya
Karena kerasmu menutupi kelemahanmu
dan
Kedudukanmu membutakan cakrawalamu

Cinta,
Manusia menyatu dengan cinta
Diatas kertas manusia berjanji sehidup semati
Tak berjodoh?
Mungkin layaknya kita,
Yang melanggar hukum alam diatas suatu kertas perjanjian
Akhirnya putus jugaa
Kita memang tak bisa melanggar hukum alam

Perbedaan,
Atmosfer yang berbeda diantara lapisannya
Di tempurung, kita seakan bebas
Di alam, sebenarnya kita terkurung

Apakah kita benar-benar bisa menghukum ‘hukum alam’?
Apakah keyakinan bisa membawa kita pada hukum baru?
Haruskah kita bersatu diatas permainan yang kita buat sendiri lalu mencuranginya dengan cinta diatas perbedaan?

laki-laki dipersimpangan

Diposting oleh kheptin di 01.36 0 komentar

Angin sore berhembus tajam,
menggugurkan dedaunan yang sempat hinggap dipepohonan
Satu per satu daunpun jatuh, menapakkannya diatas jalanan
Bayangmupun ikut jatuh bersama dedaunan
Kamu. Seperti angin, tak bersalah menggugurkan setiap perhatian
setiap rasa bahkan setiap peraduan
Kau anggap semua tak berdaya, hingga jatuh ke daratan
Tetapi, daun tak pernah menyalahkan angin, yang selalu menemani angan.

Aku terus berjalan,
Setiap tapakan aku berharap, ada seorang disana
Seseorang yang bisa membuatku bangkit dari kejenuhan
Sekarang, sampailah aku dipersimpangan, yang menyepatka
yang membutuhkan penuh akomodasi pada mata

Aku hanya bisa duduk dibawah pohon rindang,
Pohon yang membawaku pada pertemuan
Pertemuan itu membuatku berkesan pada jumpa pertama
Kita larut dalam percakapan yang begitu menyejukkan
Aku terbuai dibalik persimpangan yang menyepatkan

Sejak saat itu,
Hari-hariku terasa lebih bercorak, 
Kau bisa memberi warna disetiap kelabuku
Kau penghadir tawa disetiap jenuh
Kau irama disetiap aliran darah
Kau.Hanya kamu
yang bisa membuatku bahagia 
mungkin sebelum datangnya tangis,

Bahagia bisa bertemu denganmu
 Bahagia bisa mengenalmu...
Trimakasih untuk angin sore hari ini :)  
 Aku berharap kau tak akan menjadi angin
dan akan selalu menjadi pewarna disetiap hari-hari kita
Esok, jika kita berakhir pada kisah indah .



Rabu, 05 Juni 2013

Apakah kekhawatiranku itu yang kau pikirkan??

Diposting oleh kheptin di 06.31 0 komentar

- Saat genggamanmu menggenggam tanganku yang terangkat  -

Seperti hari-hari biasanya, aku lebih sering berlama-lama di tempat parkir sekolah hanya untuk menunggumu.Menunggumu yang mungkin itu juga membuatmu bahagia.Setiap detik aku menunggumu berisi dengan hembusan angin.Setiap menit aku menunggu, berisi lamunan, lamunan tentang kita.
    Hampir setiap hari kita pulang bareng walaupun dengan arah yang berbeda.Seperti halnya kita.Kau yang ada diantara mayoritas dan aku sebagai mayoritasnya.Sulit memang untuk kita menjadi pengawal cinta diantara kita sendiri.Kita hanya bisa berpedoman pada antar sesama yang harus saling mengasihi, menghormati, dan toleransi.Ya, aku kira itu saja.
    Aku memang tak ingin masuk terlalu jauh didalam minoritas.Tapi apa daya, daun yang gugur saja tak pernah marah terhadap angin.Akupun mencoba melewatinya seperti air yang mengalir tetapi tetap didalam jalur yang sudah ditetapkan.
    Setiap hari kita berkomunikasi, mulai dari dunia maya sampai didunia mimpi.Itu yang aku alami dan rasakan.Itu semua yang membuatku juga terasa nyaman saat bersamamu setelah aku berlama-lama didalam kejenuhan.Aku khawatir, jika kenyamananku ini tak bisa sama sekali aku lepaskan.
Seperti kala kita menyusuri jalan setapak...tak ada jarak sejengkalpun yang memisahkan kita.Kau merangkulku seolah tak ada perbedaan antara mayoritas dan diantara mayoritas.Saat kita makan bersama diwarung sederhana itu, yang menjadi saksi bisu awal pertemuan kita.Kau bisa membuatku nyaman seoalah tak ada satu halpun yang bisa menghalangi.Padahal ada.Tapi kau tetap saja berusaha menguatkanku, dengan genggaman tanganmu dibalik angkatan tanganku. 
Apa kau yakin akan berhasil dalam hal ini?Apakah hal yang sama juga kau pikirkan?Apakah kau mau jika hubungan kita harus terputus dipersimpangan jalan setapak itu?
Bagaimana jika hari-hariku telah terisi dengan keadaanmu yang begitu membuatku harus memutar otak dalam sebuah kata cinta yang sakral? Haruskah aku menghawatirkan hal ini agar kau memikirkanku juga?
Begitu banyak tanda tanya didalam otakku sampai aku tak bisa meninggalkanmu sekedippun.Dan satu lagi...
Apa memang kau dan aku  tidak bisa tertulis dalam kisah yang indah? jawabnya mungkin.

Sabtu, 01 Juni 2013

Terang tak mungkin berteman dengan gelap

Diposting oleh kheptin di 10.13 0 komentar
Mata ini selalu jeli untuk melihat apa yang kamu kerjakan
Tak pernah sedikitpun berkedip
karna itu bisa membuatmu menghilang begitu saja
tanpa ada rasa iba sedikitpun terhadapku
Aku tak mau hal itu terjadi

Disetiap mata ada bagian untuk menangkap cahaya
Terang atau gelap?
itupilihanmu , lebih baik terang/gelap/keduanya?

Aku beruntung bisa berteman dengan gelap
walaupun menakutkan tapi menenangkan
Seperti biasa kau bercerita apa yang kau alami selama menjadi kelabu
yang selalu berlawanan dengan  kejernihan
bukan berarti kelabu itu hambar
bukan berarti kelabu itu bagai sayur tanpa bumbu
justru kelabumu hampir sama seperti kasih ibu 
Tapi dibalik gelapmu ada juga yang tak bisa aku terima begitu saja

Ada panas yang menghalagi kita
Andai saja gelap bisa berubah dengan adanya pemanasan
Pasti Terang akan lebih terang
Sebahagia aku pernah bertemu denganmu
Sayangnya terang dan gelap tak seperti matahari dan bintang
 yang sama-sama memancarkan cahaya dibalik panas

Trimakasih untuk dini hari ini :)


 

m e n t a r y ✿ Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos