Dariku yang mungkin tidak akan kau kenang
selamanya...
Dulu yang tak akan pernah ada,
Ketika matahari masih berada dipenantiannya.Aku menunggumu di sini, dibukit yang pernah kau sebut dulu.Menunggumu bersama angin pagi yang meresap kedalam pori-pori.Begitu pula dengan tetesan embun yang selalu hadir.
Kali ini kau datang terlambat.Tapi aku tak mempermasalahkan hal itu, asal kau sudah ada disampingku aku pasti bahagia.
Sebenarnya diantara angin-angin yang memainkan rambutku ada pesan terselubung dariku untukmu.Banyak pertanyaan yang membuat penasaran, membuatku harus menangis disetiap bayangan kau akan meninggalkanku.Sayangnya, selalu saja waktu yang kurasa tak tepat.Waktu sangat cepat berputar.Mungkin karena keegoisanku, hanya ingin mengisi dengan hal yang menyenangkan, ingin bersamamu lebih lama sebelum akhirnya waktu yang membuat kita terpisah dan tangis yang membuatku harus menyerah.
Burung berkicau semakin merdu, apakah burung itu tahu apa yang kurasakan dan ingin menghiburku?.Atau...itu sebagai tanda kehadirang seorang laki-laki berpostur tinggi berkulit putih?... Aku lihat dari kejauhan..benar adanya dia datang.Segera aku hapus embun yang menutupi pipiku dan menyambutnya dengan senyum.Balasan senyumnya tak pernah berubah, senyum penuh makna yang misterius.
Menikmati cahaya pagi dan angin yang selalu mengajakku kedalam setiap arah dan tujuan pasti.Diantara rerumputan hijau yang memberikan kesan kebebasan dan burung-burung dengan nada-nada kicauan merdu, kita duduk berdua.Disini aku mencoba berkompromi dengan angin.Aku harap saat tak ada angin, akulah yang menjadi angin, meniup setiap hembusan pertanyaan untukmu.Dan saat angin bertiup kembali kau harus menjawabnya dengan jujur.Saat itulah aku akan bertukar hati dengan daun yang gugur oleh angin.Berjaga-jaga hati,agar aku tidak marah atas sikapmu yang tak seperti anggapanku,layaknya daun yang tak pernah menyalahkan angin yang membuatnya terhempas jauh ketempat yang tak semestinya.Apa daya, angin hanyalah angin tak mungkin mau hidup bekerja sama dengan manusia.Semua bisa jadi sia-sia dengan kebahagian terdalam sebelumnya.
Apakah aku mengikuti angin yang salah? tidak mengarahkan pada arah dan tujuan yang tak pasti?
Andai itu angin yang benar,mengapa semua terasa AMBIGU?
Dulu yang tak akan pernah ada,
Ketika matahari masih berada dipenantiannya.Aku menunggumu di sini, dibukit yang pernah kau sebut dulu.Menunggumu bersama angin pagi yang meresap kedalam pori-pori.Begitu pula dengan tetesan embun yang selalu hadir.
Kali ini kau datang terlambat.Tapi aku tak mempermasalahkan hal itu, asal kau sudah ada disampingku aku pasti bahagia.
Sebenarnya diantara angin-angin yang memainkan rambutku ada pesan terselubung dariku untukmu.Banyak pertanyaan yang membuat penasaran, membuatku harus menangis disetiap bayangan kau akan meninggalkanku.Sayangnya, selalu saja waktu yang kurasa tak tepat.Waktu sangat cepat berputar.Mungkin karena keegoisanku, hanya ingin mengisi dengan hal yang menyenangkan, ingin bersamamu lebih lama sebelum akhirnya waktu yang membuat kita terpisah dan tangis yang membuatku harus menyerah.
Burung berkicau semakin merdu, apakah burung itu tahu apa yang kurasakan dan ingin menghiburku?.Atau...itu sebagai tanda kehadirang seorang laki-laki berpostur tinggi berkulit putih?... Aku lihat dari kejauhan..benar adanya dia datang.Segera aku hapus embun yang menutupi pipiku dan menyambutnya dengan senyum.Balasan senyumnya tak pernah berubah, senyum penuh makna yang misterius.
Menikmati cahaya pagi dan angin yang selalu mengajakku kedalam setiap arah dan tujuan pasti.Diantara rerumputan hijau yang memberikan kesan kebebasan dan burung-burung dengan nada-nada kicauan merdu, kita duduk berdua.Disini aku mencoba berkompromi dengan angin.Aku harap saat tak ada angin, akulah yang menjadi angin, meniup setiap hembusan pertanyaan untukmu.Dan saat angin bertiup kembali kau harus menjawabnya dengan jujur.Saat itulah aku akan bertukar hati dengan daun yang gugur oleh angin.Berjaga-jaga hati,agar aku tidak marah atas sikapmu yang tak seperti anggapanku,layaknya daun yang tak pernah menyalahkan angin yang membuatnya terhempas jauh ketempat yang tak semestinya.Apa daya, angin hanyalah angin tak mungkin mau hidup bekerja sama dengan manusia.Semua bisa jadi sia-sia dengan kebahagian terdalam sebelumnya.
Apakah aku mengikuti angin yang salah? tidak mengarahkan pada arah dan tujuan yang tak pasti?
Andai itu angin yang benar,mengapa semua terasa AMBIGU?
- Untukmu yang akan selalu kukenang... -
0 komentar:
Posting Komentar