Diantara
asap kelabu putih
aku
masih tetap tertunduk perih
Berharap
sebutir beras bersih
Yang
sedang dibertih
Ku
tetap meratap sedih dalam lamunan tak beralih
Berdoa
penuh permintaan
Penuh
kata dan rintihan
Berharap
beragam limpahan
Dari
kuasa Tuhan
Tetapi hidupku masih perih tak beralih
Ku
coba sekarang
Diantara
tangis-tangis tragis
manusia-manusiaNya
Aku
masih bersimpuh perih
Lara
juga semakin meluka
Ditampahinya
nafasku ini yang hampir letih
Tak
kuat lagi menahan hidup dari-Nya
Air
mata semakin mengalir
Bibir
masih mahir
Mengucap
doa penuh sihir
Tetapi kini hidupku semakin perih, malah bertambah
tragis
Selanjutnya
Nafas
mencoba mencekik leher
Seakan
berkata angka dosa ini
Yang
perlahan mengikis raga
Yang
perlahan menarik senja
Dari
dalam kelopak mata
Kemudian
ditutup semuanya
Akupun
Bahagia
Sekarang
hidupku sudah mengikis perih walaupun secara tragis.
0 komentar:
Posting Komentar