Sabtu, 07 Februari 2015

Pria Tampan dan Handphonenya

Diposting oleh kheptin di 07.09
     Dari sudut keramaian, terlihat kursi-kursi lapak yang berjajar rapi. Serambi kecil penuh dengan lukisan dan beberapa alat lukis yang dijual. Disini kita mulai melukis. Kita memang belum lama kenal, kurang lebih baru satu bulan dua hari. Pertemuan kita pun hanya dua kali setiap satu minggu. Tapi kau bisa membawaku kedalam duniamu, juga dunia kita. Sering kita sebut dengan dunia melukis. Terlihat klasik memang, namun tidak klasik untuk telingamu dan mataku.
     Melukis denganmu tentu membuat siapa saja bergetar, termasuk aku. Dengan setiap sentuhan jari-jarimu, kau melukis penuh ketelitian. Selalu kau periksa setiap detail sudut pandang, warna dan garis dengan mata coklat milikmu. Tak heran kalau mataku sampai tak berkedip sedetikpun. Demi melihat dia melukis penuh perasaan dan kehati-hatian.
Aku rasa kau baik juga. Kau bisa menerimaku apa adanya, karena aku baru dengan dunia ini. Aku lebih terbiasa menyusun kata-kata, yang setelah itu pasti kau dengar. Penuh tawa kita selingi dari beberapa pembicaraan yang terlihat serius. Tak heran kalau kau menjadi pendengar yang baik bagi beberapa wanita.
     Semua berjalan cepat, seperti angin begitu mudahnya mebuat pohon tumbang. Sekarang, tepat satu tahun aku belajar melukis disini. Bersamamu. Aku masih ingat benar bagaimana kita mulai saling menyapa, awal kita menatap, dan tertawa bersama. Bahkan rasanya kita saling menjauh aku pun masih ingat persis, sampai detik ini. 
     Apa kata burung merpati kalau kita tak saling menyapa?. Hanya menyendiri dibalik kanvas. Walaupun tak  jarang terlintas sedikit memory yang seharusnya segera aku lupakan. Namun nyatanya, pikiranku belum bisa menjauh dari jemari, mata coklat, dan tatap tajamnya. Lewat mata ini seharusnya kau bisa mengerti bagaimana caranya mendengarkan lagi cerita-ceritaku penuh tawa dan canda. Melukis sambil menutup telinga dengan earphone, bukan caramu yang dulu. Aku yakin kau hanya mencoba membohongiku bahkan perasaanmu sendiri. 
Aku tahu betul bagaimana caramu melukis. Ya! Aku tahu betul!

0 komentar:

Posting Komentar

 

m e n t a r y ✿ Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos