Ini awalku untuk menjajaki hal baru, hal baru yang bisa
membuatku
bahagia, kecewa..terjepit bahkan terhimpit oleh para pembaharu
Disinilah aku mulai berkata pada-Mu
Tuhan, Aku menemui seseorang
Seseorang yang baik, baik raga dan jiwanya, jiwanya yang begitu
lembut yang bisa membuatku terayun sampai akhirnya aku terjatuh dari ayunan
lembutnya
Rasanya luar biasa kecewa
Tuhan mengapa kau kirimkan penyayang untuk menghianati?
Aku coba bangkit, tapi justru kembali kemasa lalu, entah mengapa
apa aku salah? mengambil lagi cahayaku yang tiada redup itu?
Aku berusaha menjaga cahaya itu setiap hujan menyerang
Aku berusaha menjaga cahaya itu setiap hujan menyerang
Aku selalu menjaganya untuk tetap terang
Sampai sebuah manisnya gerak bibir menjadi saksi bisu kita
Tetapi senyuman itu sudah menjadi kutukan
Aku terhimpit oleh sebuah ‘anugerah’
Aku tak bisa berbuat apa-apa sampai akhirnya 'kedua' itu datang
Aku tak bisa berbuat apa-apa sampai akhirnya 'kedua' itu datang
Tuhan lagi-lagi Kau kirimkan cahaya untuk redup, bukankah
cahaya itu untuk terang terus / 'terus terang'?
mengapa Tuhan? :(
Sampai lagi aku mencoba berdalih, berdalih untuk melupakan semua
itu
Tapi semakin aku fikirkan, mereka selalu ada difikiran
Mengapa kau selalu memberatiku kapanpun? dulu saat kau disisiku
maupun tidak?
Rasanya sangat lelah, selalu terjepit diantara
fikiran-fikiran
yang seharusnya sudah tidak perlu aku fikirkan
Aku butuh penguat ya Tuhan :'(
Tapi bukan penguat yang akhirnya melemahkan aku juga ya Tuhan
dan juga bukan setetes minyak yang untuk setetes air
Tuhan aku mecoba sabar menunggu seseorang yang kau kirimkan
untukku
Aku yakin kau pasti akan mengirimkan seseorang yang sangat
spesial esok
Kau pasti memberikan ku sebuah 'petunjuk' yang bisa membuatku bahagia
abadi dan kekal
Setelah sering aku kehilangan para dan
Akan lama pula aku mendapatkan satu dari sekian para
Akan lama pula aku mendapatkan satu dari sekian para
Kini aku mecoba seraya mencari petunjuk seperti
penyayang,penguat,cahaya, dan juga seperti air
0 komentar:
Posting Komentar