- Saat genggamanmu menggenggam tanganku yang terangkat -
Seperti hari-hari biasanya, aku lebih sering berlama-lama di tempat parkir sekolah hanya untuk menunggumu.Menunggumu yang mungkin itu juga membuatmu bahagia.Setiap detik aku menunggumu berisi dengan hembusan angin.Setiap menit aku menunggu, berisi lamunan, lamunan tentang kita.
Hampir setiap hari kita pulang bareng walaupun dengan arah yang berbeda.Seperti halnya kita.Kau yang ada diantara mayoritas dan aku sebagai mayoritasnya.Sulit memang untuk kita menjadi pengawal cinta diantara kita sendiri.Kita hanya bisa berpedoman pada antar sesama yang harus saling mengasihi, menghormati, dan toleransi.Ya, aku kira itu saja.
Aku memang tak ingin masuk terlalu jauh didalam minoritas.Tapi apa daya, daun yang gugur saja tak pernah marah terhadap angin.Akupun mencoba melewatinya seperti air yang mengalir tetapi tetap didalam jalur yang sudah ditetapkan.
Setiap hari kita berkomunikasi, mulai dari dunia maya sampai didunia mimpi.Itu yang aku alami dan rasakan.Itu semua yang membuatku juga terasa nyaman saat bersamamu setelah aku berlama-lama didalam kejenuhan.Aku khawatir, jika kenyamananku ini tak bisa sama sekali aku lepaskan.
Seperti kala kita menyusuri jalan setapak...tak ada jarak sejengkalpun yang memisahkan kita.Kau merangkulku seolah tak ada perbedaan antara mayoritas dan diantara mayoritas.Saat kita makan bersama diwarung sederhana itu, yang menjadi saksi bisu awal pertemuan kita.Kau bisa membuatku nyaman seoalah tak ada satu halpun yang bisa menghalangi.Padahal ada.Tapi kau tetap saja berusaha menguatkanku, dengan genggaman tanganmu dibalik angkatan tanganku.
Apa kau yakin akan berhasil dalam hal ini?Apakah hal yang sama juga kau pikirkan?Apakah kau mau jika hubungan kita harus terputus dipersimpangan jalan setapak itu?
Bagaimana jika hari-hariku telah terisi dengan keadaanmu yang begitu membuatku harus memutar otak dalam sebuah kata cinta yang sakral? Haruskah aku menghawatirkan hal ini agar kau memikirkanku juga?
Begitu banyak tanda tanya didalam otakku sampai aku tak bisa meninggalkanmu sekedippun.Dan satu lagi...
Apa memang kau dan aku tidak bisa tertulis dalam kisah yang indah? jawabnya mungkin.
0 komentar:
Posting Komentar